Biarkan Tenggelam
Ku biarkan rasaku mengalir lembut bagai air
Mengalir menembus relung
Hanyut dan tenggelam dalam belenggu samudra
Lenyap dihempas gelombang yang mencakar hati
Ku biarkan cintaku usang dimakan zaman, dan gersang bagai rerumputan
Ku biarkan kau pergi tuk kebahagiaan, dan
Ku relakan kau tuk tepaskan penderitaan
Terimakasih tuk cinta yang pernah kau berikan
Ku tak akan kembalikian
Biarkan ku simpan dalam kerinduan
Yang mungkin mengerikan
Biarkan cinta itu jadi kenangan dimasa yang kan datang
Bahwa kau pernah menangkan
Walau hanya sementara dalam dekapan
Biarkan jadi pelajaran dalam kehidupan
Jadi kembang lamunan
Ku harap kau kan bertahan tuk temukan keajaiban
Semoga kau bahagia dalam perjalanan
Faijah Ida Fatmawati / 11003241/ D
Senin, 22 Oktober 2012
Kamis, 11 Oktober 2012
ketika tangan dan mata berbicara, tak ada lagi yang mampu berdusta.
ketika tangan dan mata bertindak, tak ada lagi yang mampu menolak.
tangan isyaratkan fakta dan mata isyaratkan hati, kau tak mampu mengelak lagi.
tangan dan matamu berkata Dia-lah segalanya yang mampu membuat cerita, yang mampu membaca semua yang kau punya...
umbulharjo, yogyakarta, 11/10/2012
ketika tangan dan mata bertindak, tak ada lagi yang mampu menolak.
tangan isyaratkan fakta dan mata isyaratkan hati, kau tak mampu mengelak lagi.
tangan dan matamu berkata Dia-lah segalanya yang mampu membuat cerita, yang mampu membaca semua yang kau punya...
umbulharjo, yogyakarta, 11/10/2012
Langganan:
Postingan (Atom)