Kamis, 03 Januari 2013



Membuka Tabir

Dulu semua terasa lugu
Hingga akhirnya datang waktu
Memberitahu mengabari berbagai hal tentangmu
Membuka tabir yang terbelenggu
Duka yang tertutup debu
Lara yang pilu
Dusta yang menderu dan
Rindu yang menggebu

Kini ku tahu pasti dirimu
Mengenalmu lebih laju
Memperhatikan dengan lugu
Mengungkap segala tabir tentangmu

2/1/13.’idjah.garuda-jogja




Kenangan

Sayang, ku senang kau telah lupakan
Rasa kelam di masa silam

Sayang, ku senang kau telah kembalikan
Serpihan yang pernah hilang

Sayang, teruslah berkembang
Gapailah rembulan dan
raihlah bintang di awan

Sayang, lupakanlah kenangan
Masa silam yang menghujam
Berkembanglah sayang

Gapai harapan bersama berlian
Yang tlah kau temukan di kesunyian dan
menggantikanku di masa depan
Sayang

29/12/12.’idjah.garuda-jogja





Hari ibu

Hari ini hari ibu
Melewati belenggu yang terus memburu
Kapan ku bisa balas susumu, bu?
Hari kian cepat berlalu
Ku tetap mengemis padamu

Hari ini hari ibu
Mengingatkan betapa kau ibu
Rela membujur kaku demi sebongkah sagu
Untuk kumakan pagi ini, bu

Hari ini hari ibu
Membawaku melayang haru
Tanpa tahu kemana harus mengadu
Hanya kau ibu
Yang mampu menyapu deru
yang berhembus merdu
diantara dua mataku yang syahdu

Ibu,
Indahmu takkan pernah hilang dalam benakku
Membimbingku tuk selalu kembali padamu
Melakukan segala demi kau, ibu

Sedap kopyor susumu takkan tergantikan
Bahkan beribu-ribu gunung yang menjulang
Emas batang, dan
Semuanya lebih berarti
ibu

1/1/13.’idjah.garuda-jogja





Gerimis sunyi, akhiri malam sepi

Gerimis sunyi iringiku akhiri senja ini
Penghujung tahun,
habiskan malam sepi

Gerimis sunyi mengiringi tangis dihati
Ku ingin berlari
Menerawang menembus mimpi

Ku ingin pulang
Mengenang yang pernah hilang
Ku ingin pulang
Berharap ilalang kan berikan jalan yang membentang

Tahun silih berganti
Terus melangkah tanpa mengerti
Kelam mungkin kan bertemu lagi

Hmm.
Itu hanya angan sayang
Tugasmu belum usang untuk kau tinggalkan
Jangan biarkan tanggung jawabmu tergadaikan
Sayang

***
Gerimis sunyi dimalam ini
Bersama gerombolan kurcaci yang terpenjara sepi
Menikmati hari berganti
Bersama seberkas cahaya api yang menembus berahi
Membawaku terbang menuju langit sepi
Malaikat menanti

Gerimis sunyi di ujung pengganti
Mengukir mimpi baru tuk lengkapi
Mengandai-andai bagai badai
Gulung harapan baru yang menggebu di hari yang baru

***
Gerimis sunyi
Hanya berteman sepi kuukir kembali
Mimpi-mimpi yang terpendam dihati
Demi esok yang abadi
Perbaiki diri
Perbaiki hati
Bangkit dari sepi
Menuju esok hari berseri

1/1/13.’idjah.garuda-jogja