Sabtu, 15 Desember 2012



Malaikat dan Bidadari

Ketika ku ratapi wajahmu yang kian renta
Raga ini meronta tak kuasa menahan asa
Sesal yang mencekal
Kelu yang kelabu
Melambungkanku pada masa lalu

Kecil
Mungil
Bidadari itu menggenggam erat tangan ini
Penuh kasih menuntunku ke jalan putih
Malaikat menggendongku kuat
Mengajarkanku perih

Kini
Ketika tangan ini mampu mengukir diri
Sayangmu tak pernah terhenti
Bahkan, ketika hati ini layu doamu tetap menggebu

Kalian bukan hanya bidadari dan malaikat yang menyinariku
Kalian bukan hanya bidadari dan malaikat yang telah mengantarkanku pada mimpi indahku
Tapi, kalian adalah anugerah terindah dalam hidupku
Dulu, kini, nanti dan untuk selamanya dalam hati

‘idjah.29/11/12 garuda-jogja

Kamis, 06 Desember 2012


Belajar dari Kepiting
 
Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Kompetisi membuat kita terlena,  iri, marah dan berusaha menghancurkan orang lain karena itu. Ketika orang lain sukses, kita sibuk merintangi mereka sehingga, kita lupa akan diri kita sendiri. Kita selalu menyalahkan orang lain karena kegagalan kita. Itulah mengapa ada istilah “susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah”.
Kita tidak menyadari sesungguhnya setiap orang punya hak untuk sukses. Daripada kita sibuk merintangi orang lain, lebih baik kita membantu mereka dan ikut berbahagia dengan keberhasilan mereka. Mengembangkan apa yang kita punya dan menjadi orang yang sukses setelah mereka akan lebih baik dibandingkan kita terus merasa iri pada orang lain dan terpuruk karena terlena untuk selalu menghancurkan orang lain dan melupakan keinginan atau impian kita sendiri.

Rabu, 28 November 2012



Dihempas kelabu

Mentari bersinar terang
Menyapu gelap malam
Kau datang memberiku kembang
Menyanjungku terbang

Hariku kau warnai dengan keceriaan
Hingga ku hanyut dalam gurauan

Kau hempaskanku ke jurang
Hingga ku tak bisa lagi terbang
Terpuruk dalam genggaman

Tahukah kawan?
Kau tlah hancurkan
Kepercayaaan
Kesetiaan yang pernah ku serahkan

Hariku yang indah kini gundah
 Musnah segala suka cita dihempaskan kelabu

‘idjah.24/11/12

Kamis, 08 November 2012

beradu dengan kelabu.
ragu dalam belenggu.
tak tahu harus mengadu.
hanya padaMu.

malam biru.
kering bagai debu.
ku tahu.
Kau hanya satu.

melebur ragu.
hembuskan salju.
dinginkan kalbu.

hanya Kamu yang tahu.
ku milikMu.
berikan cahyaMu.
terangi jiwaku.

'idjah.08/11/12'

Senin, 22 Oktober 2012

Biarkan Tenggelam

Ku biarkan rasaku mengalir lembut bagai air
Mengalir menembus relung
Hanyut dan tenggelam dalam belenggu samudra
Lenyap dihempas gelombang yang mencakar hati

Ku biarkan cintaku usang dimakan zaman, dan gersang bagai rerumputan
Ku biarkan kau pergi tuk kebahagiaan, dan
Ku relakan kau tuk tepaskan penderitaan

Terimakasih tuk cinta yang pernah kau berikan
Ku tak akan kembalikian
Biarkan ku simpan dalam kerinduan
Yang mungkin mengerikan

Biarkan cinta itu jadi kenangan dimasa yang kan datang
Bahwa kau pernah menangkan
Walau hanya sementara dalam dekapan

Biarkan jadi pelajaran dalam kehidupan
Jadi kembang lamunan
Ku harap kau kan bertahan tuk temukan keajaiban
Semoga kau bahagia dalam perjalanan

Faijah Ida Fatmawati / 11003241/ D

Kamis, 11 Oktober 2012

ketika tangan dan mata berbicara, tak ada lagi yang mampu berdusta.
ketika tangan dan mata bertindak, tak ada lagi yang mampu menolak.

tangan isyaratkan fakta dan mata isyaratkan hati, kau tak mampu mengelak lagi.
tangan dan matamu berkata Dia-lah segalanya yang mampu membuat cerita, yang mampu membaca semua yang kau punya...


umbulharjo, yogyakarta, 11/10/2012

Jumat, 14 September 2012


Dirinya.

Sakit bila ku ingat namanya

Sakit bila ku ingat wajahnya
Sakit bila ku ingat sayangnya
Sakit bila ku ingat cintanya
 

Sebaiknya rasaku tak pernah sampai padanya
Agar ku tak rasakan sakit karenanya

Rasa yang ku rasakan padanya serasa sia-sia
Tiada akhir yang bahagia
 

Ku sakit karenanya
Derita karena cintantya
Sulit dilupakan kasihnya
Sulit dilupakan jika ku terus bertemu bayangnya
 

Tuhan bawa aku pergi darinya
Bawa aku tuk lepaskan dirinya
Agar ku tak rasakan lagi sakit karena mengingatnya
Tuhan bantu aku tuk bisa lupakannya