Sabtu, 15 Desember 2012



Senandung Kolong Jembatan

Patimura tak lagi menghidupi kendil kecil kolong jembatan
Dwi Sri tak lagi menyuburkan caping yang penuh peluh
Dan, bendera yang tak lagi berkibar demi ketentraman seongok sampah masyarakat dikolong jembatan

Apakah ini kejam?
Apakah ini adil?
Ataukah ini hanya cemooh dari burung gereja yang siap menyiarkan kematian?
Mati rasa, mati mata bahkan batin yang tak lagi rasakan kepiluan disudut kota

Apa ini gara-gara SBY?
Apa ini perbuatan tikus payah dan serakah?
Mereka menderita karena matahari tak lagi peduli dengan ladangnya
Sehingga ia rela membakarnya dengan panas bara

Nyanyian kepiluan dan senandung kepasrahan mengelilingi kendil kecil yang kosong
Meminta  setitik embun untuk menghilangkan dahagapun tak kuasa
Kini, anugerah tak lagi berkah dan
Hamparan padi tak lagi menggeliat menghidupi semut-semut kecil yang merayap di karpet beralaskan langit di kolong jembatan.

Apa Tuhan mulai bosan?

Bukan

Tuhan segan membiarkan kolong jembatan pergi tinggalkan kubah suci
Bekal mati memberinya titik kembali
Tuhan mengerti dan memberi arti atas segala yang diberi walau hanya sepercik kehidupan yang  memilukan nurani

‘idjah/14/12/12 garuda-jogja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar